SEBAIK-BAIK MANUSIA ADALAH ORANG YANG BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN "CAHAYA AS-SALAM" 'KITAB, AL-QURAN, HADITS, OASE ISLAM, BLOG TUTORIAL '

Rabu, 01 April 2009

Asbabun Nuzul Q.S. Al-Falaq, 113 dan Q.S. An-Naas, 114

Oleh Cahyo Prabowo

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasulullah pernah mengalami sakit parah. Maka datanglah pada beliau dua malaikat, yang satu duduk disebelah kepala beliau dan yang satu lagi di sebelah kaki beliau. Berkatalah malaikat yang duduk disebelah kaki beliau kepada malaikat yang duduk di sebelah kepala beliau : “ Apa yang engkau lihat ? “ Ia menjawab : “ Beliau terkena guna-guna.” Dia bertanya lagi : “ Apa guna-guna itu ?” Ia menjawab : “ Guna-guna itu sihir !” Dia bertanya lagi : “ Siapa yang membuat sihirnya ?” Ia menjawab : “ Labid bin al-A’sham al-Yahudi, yang sihirnya berupa gulungan yang disimpan di dalam sumur itu, timbalah airnya dan angkat batunya, kemudian ambillah gulungannya dan bakarlah.”

Pada pagi harinya Rasulullah mengutus ‘Ammar bin Yasir dan kawan-kawannya. Setibanya disumur itu, tampaklah airnya merah seperti air pacar. Air itu ditimbanya, dan diangkat batunya, serta dikeluarkan gulungannya kemudian dibakar. Ternyata di dalam gulungan itu ada tali yang terdiri atas sebelas simpul. Kedua surah ini (Q.S. Al-Falaq, 113 dan Q.S. An-Naas, 114 ) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut. Seetiap kali Rasulullah mengucapkan satu ayat, terbukalah simpulnya. (Diriyatkan oleh al-Baihaqi di dalam Kitab Dalaa-ilun Nubuwwah, ari al-Kalbi, dari Abu Shalih, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Yahudi membuatkan makanan untuk Rasulullah. Setelah memakan makanan itu, tiba-tiba Rasulullah sakit keras, sehingga sahabat-sahabatnya mengira bahwa penyakit itu timbul akibat perbuatan Yahudi itu. Maka turunlah Jibril membawa dua surah ini (Q.S. Al-Falaq, 113 dan Q.S. An-Naas, 114) serta membacakan ta’awudz. Seketika itu juga Rasulullah keluar menemui sahabat-sahabatnya dalam keadaan sehat wal afiyat. (Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim di dalam Kitab ad-Dalaa-il, dari Abu Ja’far ar-Rabi’ bin Anas, yang bersumber dari Anas bin Malik)
--------------------------------------
Sumber : Asbabun Nuzul , Latar Belakang Historis Turunnya Ayat-ayat Al-Quran, Edisi Kedua, K.H.Q.Shaleh dan H.A.A Dahlan dkk.CV.Penerbit Diponegoro.Bandung 2004.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar